', 'auto'); ga('set', 'forceSSL', true); ga('send', 'pageview');

Alasan Bunuh Diri

Robert Firestone dalam buku “Suicide and the Inner Voice” menulis bahwa mereka yang mempunyai kecenderungan kuat untuk bunuh diri, banyak yang lingkungan terkecilnya tidak memberi rasa aman, lingkungan keluarga yang menolak, tidak hangat, sehingga anak yang dibesarkan di dalamnya merasakan kebingungan dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

KALAU kita cermati, tiga tahun terakhir ada hal yang cukup membuat giris, menyangkut jumlah orang (bahkan anak!) yang melakukan tindakan mengakhiri hidup. Ketika mencari data dari pemberitaan sebuah koran selama 2005, ada 70 berita tentang bunuh diri di Indonesia, dengan 73 korban. Isinya beragam. Ada polisi mencabut nyawanya sendiri pascamenembak temannya, ada yang terjun bebas dari ketinggian, pertengahan bulan lalu malah Awang Aditya (10), siswa kelas IV SD, menggantung diri lantaran seragam pramuka yang akan dipakainya ke sekolah masih basah! Yang cukup menggemparkan ketika medio Mei, seorang anak TK, 5 tahun 8 bulan, kedapatan tewas menggantung diri sehabis dimarahi. Continue reading

Penyebab bunuh Diri pada Mahasiswa

Kasus bunuh diri sering menghiasi media masa kita. Bunuh diri atau percobaan bunuh diri karena himpitan faktor sosio-ekonomi menjadi berita yang sering kita dengar atau lihat. Namun, bagaimanakah prevalensi bunuh diri di negara lain, terutama di negara maju? Mari kita bandingkan dengan survei mengenai bunuh diri di Amerika Serikat.

ScienceDaily (Ag. 19, 2008). Lebih dari setengah populasi mahasiswa berjumlah 26.000 dari 70 perguruan tinggi Amerika Serikat yang menyelesaikan survei mengenai pengalaman bunuh diri, telah melaporkan bahwa mereka pernah memikirkan untuk bunuh diri, paling tidak sekali dalam hidup mereka. Lebih jauh, 15 persen dari mahasiswa yang disurvei telah memikirkan secara serius untuk bunuh diri, dan lebih dari 5 persen pernah melakukan percobaan bunuh diri paling tidak sekali dalam hidup mereka.

Dalam sebuah presentasi pada Konvensi tahunan asosiasi psikologi amerika ke 116, psikologis David J Drum dan asisten autor dari Universitas Texas di Austin melaporkan penemuan mereka, yang Continue reading

Fenomena Bunuh Diri Pelajar

Maraknya peristiwa mengakhiri hidup dengan bunuh diri menjadi sebuah fenomena menarik. Bagi bangsa Indonesia, bunuh diri bukanlah sebuah tradisi budaya turun-temurun sebagaimana yang terjadi di Jepang dengan harakirinya.

Namun, pada kondisi empirik kita temukan justru pada akhir-akhir ini fenomena mengambil jalan pintas bunuh diri menjadi sebuah alternatif yang banyak dipilih tak hanya kalangan orang dewasa, tetapi juga oleh remaja, bahkan anak-anak yang masih bersekolah di tingkat dasar.

Jika ditelusur lebih jauh, dalam pandangan psikologi hal ini terkait dengan rasa frustrasi yang berlebihan, dan ketidakmampuan diri untuk melakukan adaptasi. Pertanyaannya kemudian, mengapa fenomena bunuh diri ini menjadi * ngetren* bagi semua umur dalam upaya menyelesaikan masalah yang dihadapi? Lantas apa yang harus dilakukan oleh para orang tua, kalangan pendidik dan masyarakat pada umumnya? Continue reading

Cara Mencegah Bunuh Diri, Gejala Suicide

Anak yang berusaha bunuh diri memerlukan evaluasi segera di bagian gawat darurat rumah sakit. Setiap jenis usaha bunuh diri harus dilakukan dengan serius, karena sepertiga dari mereka yang benar-benar bunuh diri mengalami usaha bunuh diri sebelumnya-kadangkala tampak sepele, seperti melakukan beberapa garukan dangkal pada pergelangan tangan atau menelan beberapa pil. Ketika orangtua atau pengurus anak meremehkan atau meminimalkan usaha bunuh diri yang tidak berhasil, anak bisa melihat ini sebagai sebuah tantangan, dan resiko pada bunuh diri berikutnya meningkat.

Orangtua, dokter, guru dan teman kemungkinan pada posisi untuk mengidentifikasi siapa yang mungkin berusaha bunuh diri, terutama Continue reading